Site Network: Me on Blogspot | Me on Wordpress | SMP 1 Bone-Bone | Al-Falah Connection | Matematika UIN

 

Menjadi abid sebenar-benarnya Abied



Love

Karena wanita ingin dimengerti ...
Lewat tutur lembut dan laku agung ...
(Ada Band)

Mencintai berarti menyerahkan seluruh kebahagiaan kita pada orang yang kita cintai. Well, artinya ketika kita mencintai, kita tidak lagi memiliki diri kita sepenuhnya. Kita menyerahkan luka, duka, lara, bahagia, dan derita kita pada satu orang. Jika dia adalah pacar kita, maka pacar kita adalah ego kita. Ketika ia terluka, maka kita akan merasakan luka yang sama. Jika ia berbahagia, kita akan merasakan hal yang sama. Meskipun pada tiap kasus pasangan muda-mudi, hal itu kadang hanya berlaku sesaat. Ketika cinta masih merah merekah, kau adalah hidupku, kau adalah nafasku, kau adalah segalaku. Tapi ketika tiba saat berpisah, seakan mereka adalah orang yang tidak saling kenal mengenal. Cuek bebek, acuh tak acuh.
Kadang banyak orang tidak menyadari bahwa apa yang ia lakukan selalu berada dalam sebuah struktur yang telah ditentukan oleh-Nya. Segala yang kita perbuat akan mendapat balasan. Kita selalu berada dalam grafik Sinus, yang bermula dari nol, naik ke puncak tertinggi, kemudian turun ke lembah terdalam. Ketika cinta bersemi, maka pasangan cinta berada di puncak, mereka akan bersama, tiada hari tanpa dirimu, katanya. Aku adalah dirimu, nafasku adalah nafasmu, hidupku ada di tanganmu, aku tak pernah kuasa menjalani hari ini tanpa hadirmu. Tapi ketika mereka berada pada lembahnya, mereka saling melupakan. Tak pernah sadar dan ingat kata-kata yang pernah diucapkan. Sadis!!
Tak heran jika berjuta bait lagu tercipta karena indahnya cinta, berribu lirik tersembur karena tingginya rasa rindu, tapi juga tak pernah terelakkan beratus lagu yang menyatakan betapa sedih cinta. Jika mesti berakhir dengan perpisahan. Dan sang pemilik cinta kadang hanya mampu berkata : Tak Selamanya Cinta Harus Memiliki. Yeee... itu kan hanya sekedar hiburan bagi diri yang tak mampu memiliki cintanya. Kasian ...
Hidup memang harus selalu dipenuhi dengan cinta. Kita tentu tak pernah lupa bahwa kita hadir di sini diawali oleh Cinta. Cinta yang diberikan oleh-Nya, ketika kita diciptakan lewat dinding rahim ibu yang melindungi. Dilahirkan dalam posisi cinta yang membara. Dibesarkan oleh cinta dan diilhami oleh cinta. Jika tidak karena cinta kasih, saya yakin kita tidak akan pernah mampu berdiri di sini, Survive.
Cinta dalam definisi luas tak hanya sekedar cinta yang dirasakan oleh muda-mudi, sejoli. Seperti juga yang kurasakan. Aku adalah pecinta wanita. Aku sangat menghargai wanita. Kuletakkan ia dalam posisi yang seagung-agungnya. Kujaga dia dengan segala yang ada dalam diriku. Memang, dalam perjalanan cinta kadang ada kisah yang memisahkan aku dengan dirinya, meski tak hanya satu kali, tapi trauma tak pernah datang di hatiku. Itu justru menjadi pelajaran bagiku. Pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang menjadi batu tumpuan melangkah, agar kelak tidak terjatuh dalam lubang yang sama, tidak melakukan kesalahan yang sama.
Sejarah cintaku berawal di SMA, kulalui seperti kebanyakan pria lain. Deg ... Deg ... Sungguh, cinta telah mengajarkanku banyak hal. Meski tidak selamanya mulus, cinta telah mengajarkanku kedewasaan. Cinta telah mengajarkanku menghargai. Cinta telah mengajarku berlembut hati. Cinta telah mengajarkanku berbaik sangka. Cinta telah mendewasakanku. Menyelesaikan masalahku. Mengatur hidupku. Memanage hatiku. Melepaskan egoku. Menepikan harapan yang terlalu. Menahan derita. Bertahan dalam luka.
Akhirnya, jadilah aku seperti ini. Hidup dalam cinta, dalam kasih sayang. Tiada detik tanpa cinta. Cinta dari-Nya, dari ayah ibuku, dari orang di sekelilingku. Dari tanaman dan makhluk yang ada ketika aku bernafas.
Aku bahagia bisa merasakan cinta. Aku bahagia termasuk dalam golongan pecinta. Aku senang menyerahkan hidupku demi cinta. Aku akan melakukan apapun demi cinta. Demi Cinta-Mu, demi cintaku pada seluruh hamba-Mu.

posted by Abied @ 16:47,

0 Comments:

Poskan Komentar

Links to this post:

Buat sebuah Link

<< Home