Kawin Kontrak = Pelacuran
Jumat, 08 Februari 2008
Dalam Islam, kawin kontrak dikenal dengan sebutan nikah mut'ah, intinya perjanjian akad nikah disepakati oleh wali dan sang pengantin pria dalam waktu (masa) tertentu saja, bukan seumur hidup. Seperti layaknya kontrak rumah setahun, setelah itu, lepas sudah tanggung jawab pengontrak. Begitu juga dalam kawin kontrak.
Realiti yang ditayangkan dalam Telusur adalah kawin kontrak yang dilakukan oleh seorang wanita dengan lelaki asal Timur Tengah. Bahasa narasi-nya adalah : Kawin Kontrak via Handphone! Maksudnya, akad nikah yang dilakukan hanya via telepon genggam saja.
Cerita lengkapnya begini : ada orang dari daerah Timur Tengah (Arab, Abu Dhabi, Iran, dan sekitarnya) yang ingin punya istri kontrakan,
Bagaimana pun, Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan bahwa KAWIN KONTRAK itu DILARANG! HARAM HUKUMNYA!
Komisi Perlindungan Wanita juga menyatakan bahwa Kawin Kontrak itu sama dengan PELACURAN! So, kenapa mesti pernikahan yang sakral itu dijadikan jual beli seperti itu?
Kalau memang butuh duit, mending minta di-madu oleh calon suami yang dah mapan. Gimana? Daripada melanggar aturan agama, mending sakit di dunia buat di madu, tapi mendapatkan kehalalan dalam pernikahan. Ya to? (
Halah ... Dunia makin gak jelas!
posted by Abied @ 09:02,
![]()
7 Comments:
- At 08 Februari, 2008 09:39, Ani said...
-
Begitulah manusia, selalu saja mencari jalan untuk menghalalkan apa yang semestinya dilarang. Jangan2 si cowok yang melakukan kawin kontrak juga berdalih, "daripada jajan nggak karuan, mending kawin kontrak"
- At 08 Februari, 2008 09:58, harapandiri said...
-
Banyak sekali sekarang di kampus2 yg seperti ini dan parahnya orang tua mereka gak tahu :( sedihhhhhhhhhhhhh
- At 08 Februari, 2008 10:44, sawali tuhusetya said...
-
mas abied. begitulah repotnya kalau pernikahan sdh jadi bagian dari sebuah industri yang dikendalikan oleh antek2 kapitalisme. sesuatu yang sakral dicampuradukkan dengan dhuwit mlulu. ini pelajaran berharga buat generasi muda agar tak gampang kena imbas semacam itu. apa pun alasannya.
- At 08 Februari, 2008 19:03, sluman slumun slamet said...
-
sekarang semua pasti pake istilah syariah....
gak tahu apa bener apa tidak
kredit syariah, bank syariah, simpan pinjam syariah...
saya khawatir akan ada prostitusi syariah... - At 10 Februari, 2008 07:26, Abied said...
-
@ Ani : Yang penting sampeyan gak jadi korban to? Hihi ...
@ Harapandiri : Iya, mahasiswa sekarang sudah mulai berani menyembunyikan jati diri sebenarnya pada orang tua mereka. Maklum, dunia sudah makin bebas, kontrol dari orang tua sudah mulai kurang!
@ Sawali tuhusyeta : Itu tugas kita juga ya Pak, sebagai guru, mesti memunculkan nilai moral pada setiap pengajaran.
@ Slaman Slumun Slamet : Hahaha ...
Syariah : Kulitnya doang, isinya sama Mas! - At 02 April, 2008 11:25, Madong said...
-
kasian yach para wanita yang dikawin kontrak itu, gk bisa dapat jodoh yang betul2 bisa menemaninya seumur hidup,
Coba mas Abied datang dan melamar mereka 1, 2, 3 atau 4 orang,
yaaaa,...
Pasti mereka yg sudah menikah dengan Sah tidak akan melakukan kawin kontrak lagii, kecuali jika terjadi suatu hal yg tidak diinginkan.
Perempuan mana sich yang tidak mau hidup normal. - At 27 Mei, 2009 02:39, ceploq said...
-
wah untung aku bukan cewe matre dan cewe kekurangan dalam hal ekonomi, dan juga sama sekali gak tertarik dengan lelaki timur tengah.. Lho kok... ngaciiirrr...




