Halaman Depan  Tentang Saya  Galeri Foto  Kumpulan Artikel  Al-Falah Connection

Senin, 2009 Juni 15

Mencari cinta Ilahi..

Kemana?
Tanya hati nuranimu..
Baca Selengkapnya...

Ditulis oleh Abied pada 13:03, , Link ke Artikel Ini!


Senin, 2008 Februari 11

Aku Pindah Rumah

PENTING !!!
Akhirnya aku memutuskan untuk pindah ke
sini. Banyak hal yang telah terjadi dalam hidupku selama aku di rumah ini. Akhirnya, aku berharap rumah baruku bisa memberikan kedamaian.

Baca Selengkapnya...

Ditulis oleh Abied pada 08:48, , Link ke Artikel Ini!


Jumat, 2008 Februari 08

Kawin Kontrak = Pelacuran

Program Televisi berjudul "Telusur" yang ditayangkan di salah satu chanel televisi swasta tanggal 7 Februari 2008 kemarin mengupas tentang kawin kontrak. Mungkin banyak diantara kita yang telah mengenalnya, mengenal secara istilah, mengenal secara teori, atau juga ada yang mengenalnya karena baru-baru saja menjadi judul film layar lebar yang belum cukup sebulan tayang di T'O (Twenty One Cinema = Bioskop 21, :D). Sudah lama juga saya membaca sebuah novel yang menceritakan tentang kawin kontrak yang dijalani oleh mahasiswi-mahasiswi di Jawa, kalau tidak salah, terutama di Jogja, kota Pelajar.
Dalam Islam, kawin kontrak dikenal dengan sebutan nikah mut'ah, intinya perjanjian akad nikah disepakati oleh wali dan sang pengantin pria dalam waktu (masa) tertentu saja, bukan seumur hidup. Seperti layaknya kontrak rumah setahun, setelah itu, lepas sudah tanggung jawab pengontrak. Begitu juga dalam kawin kontrak.
Realiti yang ditayangkan dalam Telusur adalah kawin kontrak yang dilakukan oleh seorang wanita dengan lelaki asal Timur Tengah. Bahasa narasi-nya adalah : Kawin Kontrak via Handphone! Maksudnya, akad nikah yang dilakukan hanya via telepon genggam saja.
Cerita lengkapnya begini : ada orang dari daerah Timur Tengah (Arab, Abu Dhabi, Iran, dan sekitarnya) yang ingin punya istri kontrakan, :| mereka menawarkan mas kawin sekitar senilai Rp. 20 juta, untuk masa kontrak 3 bulan. Wah, sebulan sekitar 6,6 Juta.. (Siapa yang gak tergiur coba!). Untuk mencari wanita yang bersedia, ada CALO (Makelar/ Perantara) yang menjadi penyambung lidah. Dengan kekuatan gombal yang dimiliki makelar, dan iming-iming menjadi kaya setelah beberapa bulan, akhirnya didapatkan seorang gadis yang siap. Kesiapan gadis tentu saja tidak hanya kemauan sendiri, tapi juga karena dukungan dari orang tuanya. Alasan klasik yang diutarakan ketika orang tua gadis diwawancarai adalah kondisi ekonomi yang memaksa untuk berbuat begitu. Tapi ternyata, duit yang 20 juta tadi tidak dimiliki sepenuhnya oleh gadis, tapi mesti dibagi dengan Calo', juga sang penghulu yang menikahkan mereka via Handphone. Parah ya... Sudah nikahnya cuma kontrak, eeh .. akad nikahnya cuma via handphone lagi.
Bagaimana pun, Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan bahwa KAWIN KONTRAK itu DILARANG! HARAM HUKUMNYA!
Komisi Perlindungan Wanita juga menyatakan bahwa Kawin Kontrak itu sama dengan PELACURAN! So, kenapa mesti pernikahan yang sakral itu dijadikan jual beli seperti itu?
Kalau memang butuh duit, mending minta di-madu oleh calon suami yang dah mapan. Gimana? Daripada melanggar aturan agama, mending sakit di dunia buat di madu, tapi mendapatkan kehalalan dalam pernikahan. Ya to? (:-O ngaco! Mana ada perempuan yang mau dimadu!)
Halah ... Dunia makin gak jelas!
Baca Selengkapnya...

Ditulis oleh Abied pada 09:02, , Link ke Artikel Ini!


Minggu, 2008 Februari 03

Selamat!

Selamat atas soft launching
Blog Pendidikan Matematika UIN Alauddin Makassar '04.
Semoga membawa manfaat
Baca Selengkapnya...

Ditulis oleh Abied pada 15:57, , Link ke Artikel Ini!


Senin, 2008 Januari 28

Obat Jerawat Mujarab

Dulu, ketika masih berumur 17an tahun, jerawat sangat senang bersarang di wajahku. Bambang, temanku berkata bahwa jerawat itu tidak ada hubungannya dengan kacang dan makanan berminyak. Dia berkata begitu karena memang dia sama sekali tak berjerawat meski makan kacang goreng sebanyak ia mau. Berbeda dengan aku. Ketika hari ini aku makan kacang goreng, kacang asin atau kacang telur, esoknya pasti akan muncul sebuah jerawat sebesar biji kacang di wajah. Wah, payah. Apalagi jika jerawat tersebut adalah jerawat batu. Yang sakitnya minta ampun kalau dipecahin. Aku berhipotesis, bahwa kalau aku makan kacang, maka akan tumbuh jerawat, tapi Bambang kemudian berkata : "Apa kalau makan jerawat, akan tumbuh kacang?". Assal ya!
Jerawat, menurut pengalamanku, terjadi pada beberapa jenis tipe kulit. Tipe-ku termasuk kulit berminyak. Mungkin kandungan jerawatnya lebih banyak dari yang dimiliki beberapa orang teman. Makanya, akan lebih mudah terserang jerawat. Kondisi kulit yang berminyak diperparah dengan malasnya aku mencuci muka, apalagi menggunakan kosmetik pengobat jerawat. Juga kebiasaan mencongkel isi jerawat dengan jari tangan. Katanya, jari tangan yang kotor akan menginfeksi luka jerawat, hingga akhirnya menyebabkan bekas hitam ketika jerawat sudah sembuh.
Meski ada yang bilang jerawat muncul karena kita memikirkan sang doi. Apa bener?Pernah mencoba obat jerawat dengan menggunakan daun jambu batu yang ditumbuk, kemudian ditempelkan pada wajah selama beberapa jam. Eh, akhirnya malah jerawat-jerawat kecil bermunculan. Hingga aku tak tahan dengan rasa sakit yang disebabkannya. Ternyata aku tak cocok dengan pengobatan ini. Juga pernah ingin mencoba obat jerawat yang mistik. Denger-denger, CD (celana dalam) wanita yang sudah dipakai bisa digunakan untuk obat jerawat. Hihi ... mana berani aku lakukan itu. Meski sempat terpikir, tapi akhirnya gak berani melakukan. Gila kalo mesti ngelakuin hal ini gara-gara jerawat.
Akhirnya aku berhipotesis, bahwa jerawat pada seseorang hanya muncul pada usia tertentu saja. Mungkin pengaruh hormon pertumbuhan yang membludak. Dengan sendirinya jerawat akan berkurang dan hilang sama sekali. Jadi bagi kamu-kamu yang mencoba untuk menghilangkan jerawat, sabar saja. Suatu saat ia akan pergi ketika kulit wajahmu sudah tidak lagi nyaman ditempati.
Lha wong jerawat gak minta makan saja lho, kok dibikin repot. Iya ya ... Andai jerawat minta makan kan kita yang repot.
Yang penting, ketika berjerawat, rajin-rajinlah cuci muka. Sebelum tidur jangan lupa. Gunakan terapi yang menurutmu cocok. Jangan gonta-ganti kosmetik. (Orang saja kalau gonta-ganti pasangan bisa-bisa kena AIDS). ">
Baca Selengkapnya...

Ditulis oleh Abied pada 08:59, , Link ke Artikel Ini!


In Memoriam Pak Harto

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun...
Seluruh rakyat Indonesia telah kehilangan Bapak Soeharto, Presiden ke-2 Indonesia..
Itu bunyi SMS dari seorang teman kemarin sore.
Perpisahan memang akan selalu menimbulkan kepedihan. Orang yang selama ini dicerca, akhirnya hanya dikenang kebaikannya saja. Bak pepatah : Harimau mati meninggalkan belang, orang mati meninggalkan budi.
Selamat jalan Pak Harto ...
Meski tak tahu menahu tentang semua kelakuanmu pada bangsa-ku, kau tetap kuanggap sebagai pahlawan pembangunan negeriku. Semoga segala amal baik-mu diterima oleh-Nya. Semoga dosa-dosamu dihapuskan oleh-Nya. Semoga kau mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Beberapa dari kami berdoa untukmu, semoga kau bahagia di sana.
Selamat jalan Pak Harto ...

Dariku : Salah seorang rakyat Indonesia
Baca Selengkapnya...

Ditulis oleh Abied pada 08:54, , Link ke Artikel Ini!


Minggu, 2008 Januari 27

UIN Alauddin Makassar-ku

Dulu namanya IAIN (Institus Agama Islam Negeri) Alauddin. Makrus biasa nyebutnya Ing Eng, beberapa teman menyebutnya Ya' Yeng. Tapi sejak tahun 2004, namanya berubah menjadi UIN (Universitas Islam Negeri). UIN Alauddin Makassar lengkapnya. Meskipun tidak jauh berbeda dalam hal namanya, perubahan IAIN menjadi UIN jelas merupakan suatu gebrakan. Al-Ustadz Azhar Arsyad telah berhasil menggapai mimpinya, mengubah status kampus yang dipimpinnya sejak tahun 2000. Tak banyak yang bisa kuceritakan tentang ini, karena jika semuanya kuceritakan, halaman ini akan menjadi berpuluh-puluh lembar.
Aku masuk dalam komunitas ini di Bulan September 2004. Yang paling kuingat waktu itu adalah suasana kampus yang begitu berbeda dari masa SMA. Di awal pendaftaran saja, mahasiswa senior sudah menggelar orasi sana-sini. Gelar performa band, teriak-teriak tentang kondisi kampus. Ada juga yang teriak tentang kebobrokan dunia pendidikan di Indonesia, termasuk juga kampusku. Aku sebagai mahasiswa baru tentu hanya dapat melihat mereka, berkata dalam hati : "Ah, masa iya dunia pendidikan kita seperti ini?". Setelah dinyatakan lulus, PIKIR (Pencerahan Imani Kampus IAIN Rabbani) adalah kegiatan awal sebagai ganti dari Ospek (Orientasi dan Pengenalan kampus) dalam kampus ini. Padahal menurutku, namanya mestinya bukan PIKIR, tapi PIKUR, karena Huruf I yang kedua berarti IAIN, dan kini kampusku adalah UIN. Jadinya PIKUR deh! Hihi ....
Ospek yang kujalani seminggu memang memberi banyak kesan, baik juga buruk. Baiknya aku bisa mendapat teman, terlalu mudah rasanya saat itu berkenalan. Setiap mahasiswa yang memakai seragam sama, mereka adalah temanku. Teman sefakultas. Kebetulan untuk para cowok, rambut harus dicukur gundul, tapi parahnya cukurnya cuma setengah bagian. Aku dapat bagian gundul sebelah kanan. Lucu ... Yang kiri gondrong, tapi yang kanan gundul. Seperti orang gak waras aja. Alasan para senior ketika ditanya "kenapa rambut mesti digundul Kak?", jawabnya : "Karena rambut yang kemarin tumbuh adalah rambut yang kau bawa sejak SMA. Setelah digundul hari ini, rambut yang tumbuh adalah rambut mahasiswa". Yup, masuk akal juga rupanya. Buruknya, ternyata masih ada adegan kekerasan (meski bukan fisik total), tapi beberapa kali senior memaksa kami mencium sandal yang mereka gunakan (Meski gak sesadis yang dibayangkan).
Setelah PIKIR usai, perkuliahan dimulai. Maba (Mahasiswa Baru) memulai adaptasi dengan lingkungan kampus yang baru. Mungkin tak se-ekstreme adaptasi pada kampus lain di negeriku, misalnya Unhas, UNM, UMI atau Unismuh. Kampus 1 UIN yang kutempati saat ini adalah sebuah kampus kecil, luas arealnya mungkin tidak sampai 5 Hektar. Kampus 2-nya yang ada di Gowa memang sangat luas, tapi jaraknya agak jauh dari kampus 1. Mahasiswa yang kuliah di sana adalah mahasiswa Fakultas Saintek (Sains dan Teknologi), dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Karena area yang terlalu luas, dalam seminggu rata-rata mahasiswa akan mampu mengetahui semua gedung yang ada di dalam area kampus (Meski sampai saat ini ternyata aku masih tidak tahu gedung yang ada di sudut barat kampus :)).
Beberapa jurusan dalam kampus ini masih menerapkan sistem Paket dalam pembelajarannya, jadi mahasiswa tidak perlu repot-repot mengurus KRS (Kredit Rencana Studi) tiap awal semester. Masing-masing tentu punya kelebihan dan kekurangan. Yang aku rasakan justru kelebihannya saja kali. Gak perlu repot.

Beberapa jurusan andalan dalam kampus UIN Alauddin (menurutku) adalah Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Tafsir Hadits Plus. Andalan karena kualitasnya, andalan karena sistem belajarnya. Meski jurusanku (Pendidikan Matematika) bukanlah jurusan favorit atau andalan, tapi aku tetap bersyukur bisa menjadi bagian dari dunia ini. Program unggulan utama adalah PIKIH (Pencerahan Imani dan Keterampilan Hidup), program khusus buat seluruha mahasiswa tahun pertama. Setiap mahasiswa semester 1 dan 2 wajib mengikuti program bahasa ini. Senin dan Selasa belajar Bahasa Inggris, Rabu dan Kamis belajar bahasa Arab, sedangkan Jumat belajar Retorika dan Bijak Bestari. Tak heran jika rata-rata mahasiswa UIN Alauddin Makassar mampu bercakap dalam 3 bahasa (Inggris, Indonesia dan Arab), termasuk aku. Hahaha... (termasuk yang gak bisa maksudnya!)
Kini, 3,5 tahun sudah aku berada dalam kampus ini. Kini aku dah jadi senior Oi! Bagi Anda yang ingin mengetahui tentang kampus-ku, datang saja langsung ke Jl. Sultan Alauddin No. 63 Makassar. Tak jauh dari perbatasan Gowa - Makassar. Meski mungkin yang terkenal dari kampus-ku adalah mahasiswanya yang hobi demo, tapi yang terjadi sebenarnya tidak seperti itu. Demo adalah hobi beberapa mahasiswa saja. Dan memang, ketika aku perhatikan, mahasiswa yang sering masuk dalam berita TV atau koran saat demo di UIN adalah mahasiswa yang Itu-itu saja. Kata Uni, mahasiswa yang hobi demo itu hanya hobi berkoar-koar di jalan, tapi ketika di dalam kelas ia bisu seperti siput, tak bersuara! Katanya sih begitu, tapi apa bener? Tak taulah.
Yang jelas, aku punya banyak kenangan tentang UIN Alauddin-ku. Aku punya banyak hutang pada UIN Alauddin-ku. Aku cinta UIN Alauddin-ku. Karena ia-lah yang telah memberiku teman, ia-lah yang telah mengenalkanku pada Makassar, dan ia-lah yang telah mengajariku beberapa hal tentang hidup. Cayoo universitasku! Cayoo diriku! Cayoo Ilmuku! =((
Baca Selengkapnya...

Ditulis oleh Abied pada 09:37, , Link ke Artikel Ini!